PROGRAM PENDAMPINGAN MEDIA

PROPOSAL KERJA SAMA

PENDAMPINGAN PENERBITAN MEDIA KOMUNIKASI PENDIDIKAN

DASAR PEMIKIRAN

UNESCO menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Literasi Internasional. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan warga dunia tentang pentingnya budaya literasi (Baca-Tulis) dalam kehidupan. Budaya literasi erat kaitannya dengan kemajuan sebuah bangsa. Bangsa yang beradab pada umumnya adalah bangsa yang memiliki budaya dan tradisi literasi yang kental.

Sayangnya di Indonesia tradisi literasi masih belum bisa dibanggakan. Kesadaran akan pentingnya literasi (literacy awareness) terbilang cukup rendah bila dibandingkan dengan negara lain. Penelitian Taufiq Ismail pada tahun 1996 menemukan perbandingan tentang budaya baca di kalangan pelajar, rata-rata lulusan SMA di Jerman membaca 32 judul buku, di Belanda 30 buku, Rusia 12 buku, Jepang 15 buku, Singapura 6 buku, Malaysia 6 buku, Brunei 7 Buku, sedangkan Indonesia 0 buku.Sedangkan dalam aktifitas menulis kita juga masih rendah, berdasarkan data Scimagojr, Journal, and Country Rank 2011, Indonesia berada di ranking 65 dengan jumlah 12.871 publikasi. Posisi Indonesia di bawah Kenya dengan 12.884 publikasi. Negara Paman Sam ada di peringkat pertama, dengan 5.285.514 publikasi. Indonesia masih kalah dengan Singapura yang ada di posisi 32 dengan 108.522 publikasi.

Beberapa sebab rendahnya tradisi di Indonesia adalah masih kurangnya aktifitas terkait literasi di lembaga pendidikan—meskipun kita tidak bisa hanya mengandalkan lembaga pendidikan untuk peningkatan literasi ini. Program sekolah terkait peningkatan literasi masih belum sebanyak seharusnya, baik itu yang terkait dengan pelajaran bahasa, perpustakaan sekolah, maupun ekstrakurikuler.

Sumber permasalahan lain adalah kegiatan peningkatan budaya literasi yang dilakukan para pegiat literasi cenderung bersifat teoritis dan abstrak. Padahal siswa di sekolah memerlukan aktifitas yang lebih praktis, kongkrit, serta berkelanjutan. Dalam konteks inilah kegiatan peningkatan literasi melalui penerbitan media pendidikan (majalah, tabloid, buletin, koran, website, dll) menemukan urgensinya.

Namun kegiatan penerbitan media pendidikan ini juga bukan bebas persoalan. Banyak lembaga pendidikan yang kesulitan mengembangkan media pendidikannya karena beberapa sebab, misalnya tidak adanya tenaga profesional yang menangani penerbitan media tersebut, tidak memahami seluk-beluk pengelolaan media, atau kurang kesadaran tentang pentingnya media.

Karenanya menjadi penting dilakukan pendampingan kepada lembaga pendidikan agar bisa tepat waktu dan tepat sasaran dalam menerbitkan media komunikasinya. Dalam posisi inilah kami Sekolah Menulis INSPIRASI menawarkan kerjasama pendampingan manajemen media pendidikan.

 

MANFAAT PENERBITAN MEDIA PENDIDIKAN

  1. Bagi Sekolah
    1. Sebagai nilai tambah layanan pendidikan
    2. Sebagai media promosi kepada calon siswa
    3. Sebagai media komunikasi organisasi
  2. Bagi Guru
    1. Sebagai media sharing gagasan
    2. Sebagai media publikasi karya tulis
  3. Bagi Siswa
    1. Sebagai sarana ekspresi & komunikasi
    2. Sebagai sarana pembelajaran profesi kejurnalistikan

BENTUK KERJA SAMA

Lembaga pendidikan yang berminat melakukan kerja sama pengembangan media komunikasi pendidikan dengan Sekolah Menulis Inspirasi memberikan kewenangan pengelolaan media komunikasi pendidikannya kepada Sekolah Menulis Inspirasi.

Lembaga pendidikan berhak mendapatkan pendampingan total mulai dari perencanaan media hingga proses produksinya. Adapun pendampingan yang kami berikan adalah:

  1. Pengurusan ISSN (International Standar Serial Number)
  2. Workshop dan pelatihan:
    1. Workshop manajemen media
    2. Workshop jurnalistik dasar, terdiri dari:

i.      Workshop penulisan berita hard news

ii.      Workshop penulisan berita feature

iii.      Workshop perencanaan dan penulisan wawancara

  1. Workshop penulisan artikel kreatif
  2. Workshop penulisan sastra kreatif
  3. Workshop fotografi jurnalistik
  4. Workshop desain & layout media
  5. Workshop pembuatan media digital
  6. Workshop literasi media
  7. Workshop lain terkait literasi

(workshop diberikan secara berkala dengan waktu yang akan disesuaikan bersama)

  1. Produksi media
    1. Penyempurnaan konten (editorial)
    2. Desain & lay-out media
    3. Pencetakan

Keterangan:

-          Khusus untuk distribusi media dilakukan oleh pihak internal lembaga pendidikan/redaksi.

-          Satu materi workshop tiap sekali pertemuan, dengan durasi 2-4 jam.

 

SASARAN KEGIATAN PENDAMPINGAN

Kegiatan pendampingan, utamanya workshop dan pelatihan ditujukan utamanya kepada pengelola media (redaksi) seperti:

  1. Ekstrakurikuler/UKM Jurnalistik,
  2. OSIS/BEM
  3. Pembina OSIS/ pembina ekstrakurikuler jurnalistik
  4. Pembina Kesiswaan/kemahasiswaan

Namun kami juga siap memberikan pelatihan kepada warga sekolah/perguruan tinggi yang lain terkait literasi apabila diperlukan.

 

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan pendampingan diserahkan kepada lembaga pendidikan. Adapun mulainya pelaksanaan idealnya adalah paling lambat 1 bulan sebelum target tanggal distribusi media.

 

BIAYA PENDAMPINGAN

Biaya narasumber workshop dan pelatihan adalah GRATIS, lembaga pendidikan peserta menyediakan akomodasi & transportasi narasumber serta kebutuhan peserta. Namun sekolah peserta harus berkomitmen memastikan pasti menerbitkan majalah sekolah melalui SEKOLAH MENULIS INSPIRASI. Adapun biaya penerbitan media, silahkan download pada menu [PROPOSAL PENDAMPINGAN MEDIA]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>